TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
ANALISIS SWOT
KEBUDAYAAN JAWA TIMUR
Dibuat oleh :
NAMA : YOVIE ANGGA PRATAMA
NPM : 1C214488
KELAS : 1EA31
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2014
MATA KULIAH : Ilmu Budaya Dasar
DOSEN : Arsi Binawanti, SPsi
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat
Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan
tugas makalah pertama ini yang berjudul“Ilmu Budaya dasar Jawa Timur ”.
Shalawat serta salam tak lupa saya panjatkan kepada junjungan Nabi besar
Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para umatnya yang insyaallah
setia sampai akhir jaman. Makalah ini disusun guna menyelesaikan tugas pertama
Ilmu Budaya Dasar.Dalam penyusunan makalah ini, saya mengerjakannya dengan
bantuan dari berbagai pihak karena keterbatasan Ilmu dan Pengetahuan yang saya
miliki.
Oleh sebab itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu saya menyelesaikan makalah ini dan tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Arsi Binawanti, SPsi selaku dosen pembimbing Ilmu Budaya Dasar. Saya menyadari bahwa dalam penulisan dan pembuatan penulisan ilmiah ini, masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat saya butuhkan untuk dapat menyempurnakannya di masa yang akan datang. Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi saya dan teman-teman maupun pihak lain yang berkepentingan.
Jakarta, 27 September 2014
Oleh sebab itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu saya menyelesaikan makalah ini dan tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Arsi Binawanti, SPsi selaku dosen pembimbing Ilmu Budaya Dasar. Saya menyadari bahwa dalam penulisan dan pembuatan penulisan ilmiah ini, masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat saya butuhkan untuk dapat menyempurnakannya di masa yang akan datang. Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi saya dan teman-teman maupun pihak lain yang berkepentingan.
Jakarta, 27 September 2014
Hormat
Saya
Yovie
Angga Pratama
DAFTAR ISI
JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....................................................................................1
1.2 Pembahasan ........................................................................................ 2
1.3 Tujuan ..................................................................................................2
BAB 2 PERMASALAHAN.....................................................................3
2.1 Strength (Kekuatan)............................................................................. 3
2.2 Weakness (Kelemahan)........................................................................ 3
2.3 Opportunity (Peluang).......................................................................... 3
2.3 Threat (Tantangan)............................................................................... 4
BAB 3 PENUTUP..................................................................................... 5
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....................................................................................1
1.2 Pembahasan ........................................................................................ 2
1.3 Tujuan ..................................................................................................2
BAB 2 PERMASALAHAN.....................................................................3
2.1 Strength (Kekuatan)............................................................................. 3
2.2 Weakness (Kelemahan)........................................................................ 3
2.3 Opportunity (Peluang).......................................................................... 3
2.3 Threat (Tantangan)............................................................................... 4
BAB 3 PENUTUP..................................................................................... 5
3.1 Daftar pustaka .......................................................................................5
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Disamping itu, Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang sangat berguna dan akan terus dipakai seumur hidup. Oleh karena itu saya menulis makalah ini tidak lain adalah untuk memperdalam kemampuan menulis saya dalam menyelesaikan laporan.
Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah pengetahuan yang mengkaji masalah-masalah budaya, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam ilmu-ilmu budaya seperti : sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, psykologi budaya.
Indonesia
merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau dan memiliki berbagai
macam suku bangsa, bahasa, adat istiadat atau yang sering kita sebut
kebudayaan. Keanekaragaman budaya yang terdapat di Indonesia merupakan suatu
bukti bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya .
Tidak bisa kita pungkiri, bahwa kebudayaan daerah merupakan faktor utama berdirinya kebudayaan yang lebih global dan sebagai tanda pengenal suatu bangsa, yang biasa kita sebut dengan kebudayaan nasional. Maka atas dasar itulah segala bentuk kebudayaan daerah akan sangat berpengaruh terhadap budaya nasional, begitu pula sebaliknya kebudayaan nasional yang bersumber dari kebudayaan daerah, akan sangat berpebgaruh pula terhadap kebudayaan daerah / kebudayaan lokal.
Kebudayaan merupakan suatau kekayaan yang sangat benilai karena selain merupakan ciri khas dari suatu daerah juga mejadi lambang dari kepribadian suatu bangsa atau daerah.
Karena kebudayaan merupakan kekayaan serta ciri khas suatu daerah, maka menjaga, memelihara dan melestarikan budaya merupakan kewajiban dari setiap individu, dengan kata lain kebudayaan merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan oleh setiap suku bangsa.Dengan kita menjaga,memelihara dan melestarikan kebudayaan ,maka berarti kita menghormatipeninggalan nenek moyang serta pahlawan yang telah banyak meninggalkan kebudayaan di tanah air ini serta itu berarti kita mencintai Negara kita ini karena budaya merupakan tanda pengenal suatu daerah bahkan tanda pengenal suatu Negara .
Tidak bisa kita pungkiri, bahwa kebudayaan daerah merupakan faktor utama berdirinya kebudayaan yang lebih global dan sebagai tanda pengenal suatu bangsa, yang biasa kita sebut dengan kebudayaan nasional. Maka atas dasar itulah segala bentuk kebudayaan daerah akan sangat berpengaruh terhadap budaya nasional, begitu pula sebaliknya kebudayaan nasional yang bersumber dari kebudayaan daerah, akan sangat berpebgaruh pula terhadap kebudayaan daerah / kebudayaan lokal.
Kebudayaan merupakan suatau kekayaan yang sangat benilai karena selain merupakan ciri khas dari suatu daerah juga mejadi lambang dari kepribadian suatu bangsa atau daerah.
Karena kebudayaan merupakan kekayaan serta ciri khas suatu daerah, maka menjaga, memelihara dan melestarikan budaya merupakan kewajiban dari setiap individu, dengan kata lain kebudayaan merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan oleh setiap suku bangsa.Dengan kita menjaga,memelihara dan melestarikan kebudayaan ,maka berarti kita menghormatipeninggalan nenek moyang serta pahlawan yang telah banyak meninggalkan kebudayaan di tanah air ini serta itu berarti kita mencintai Negara kita ini karena budaya merupakan tanda pengenal suatu daerah bahkan tanda pengenal suatu Negara .
1.2 Pembahasan
Budaya dan Adat Istiadat Jawa Timur
Kawasan pesisir barat Jawa Timur banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam.Kawasan ini mencakup wilayah Tuban, Lamongan, dan Gresik.Dahulu pesisir utara Jawa Timur merupakan daerah masuknya dan pusat perkembangan agama Islam.Lima dari sembilan anggota walisongo dimakamkan di kawasan ini.
Di kawasan eks-Karesidenan Surabaya (termasuk Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang) dan Malang, memiliki sedikit pengaruh budaya Mataraman, mengingat kawasan ini cukup jauh dari pusat kebudayaan Jawa: Surakarta dan Yogyakarta.
Adat istiadat di kawasan Tapal Kuda banyak dipengaruhi oleh budaya Madura, mengingat besarnya populasi Suku Madura di kawasan ini.Adat istiadat masyarakat Osing merupakan perpaduan budaya Jawa, Madura, dan Bali.Sementara adat istiadat Suku Tengger banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu.
Masyarakat desa di Jawa Timur, seperti halnya di Jawa Tengah, memiliki ikatan yang berdasarkan persahabatan dan teritorial. Berbagai upacara adat yang diselenggarakan antara lain:tingkepan (upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak pertama), babaran (upacara menjelang lahirnya bayi), sepasaran(upacara setelah bayi berusia lima hari), pitonan (upacara setelah bayi berusia tujuh bulan), sunatan, pacangan.
Penduduk Jawa Timur umumnya menganut perkawinan monogami.Sebelum dilakukan lamaran, pihak laki-laki melakukan acara nako’ake (menanyakan apakah si gadis sudah memiliki calon suami), setelah itu dilakukan peningsetan (lamaran).Upacara perkawinan didahului dengan acara temu atau kepanggih.Untuk mendoakan orang yang telah meninggal, biasanya pihak keluarga melakukan kirim donga pada hari ke-1, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, 1 tahun, dan 3 tahun setelah kematian.
Pakaian Adat Jawa Timur
pakaian adat jawa timur ini disebut mantenan. pakaian ini sering digunakan saat perkawinan d masyarakat magetan jawa timurUpacara Adat Magetan
Upacara Labuh sesaji salah satu acara tahunan yang diselenggarakan di Telaga Sarangan.Diadakan pada bulan ruwah, hari Jum’at Pon merupakan acara Bersih Desa dengan ditandai labuh “Sesaji” ke Telaga Sarangan.Tujuannya merupakan ucapan terima kasih dari masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hadiah dari Tuhan yang berupa Telaga Sarangan, sehingga mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat Magetan khususnya dan Indonesia pada umumnya.Wisata Air Terjun Magetan
Air Terjun Tirtosari terletak + – 2,5 Km sebelah barat daya dari Telaga Sarangan, dapat ditempuh dengan naik kuda atau jalan kaki. Pada lokasi Air Terjun Tirtosari ini dapat dinikmati keindahan alam, air yang mengalir dari ketinggian kurang lebih 50 M turun ke bawah melalui celah yang diapit oleh batu-batu terjal sehingga memberikan pemandangan yang indah dan daya tarik tersendiri.Menurut kepercayaan masyarakat bila menikmati Air Terjun Tirtosari kita dapat cantik dan awet muda.Telaga Sarangan atau disebut juga Telaga Pasir berada di kaki gunung Lawu, berjarak +/ – 16 Km(arah barat) dari Kota Magetan. Para wisatawan dapat menikmati pemandangan alam. Telaga Pasir Sarangan yang mempunyai luas +- 30 Ha dengan kedalaman 28 meter, udara yang sejuk dengan suhu 18-25 C. Di tempat ini beraneka ragam fasilitas hotel, rumah makan, perahu dayung, mainan anak-anak, perahu boat dan kuda yang disediakan bagi para wisatawan dari berbagai daerah maupun wisatawan manca negara.
Kerajinan Tangan
Macam-macam produk unggulan kerajinan anyaman bambu berupa : caping, topi, baki, kap lampu, tempat tissue, tempat buah, tempat koran serta macam-macam souvenir dari bambu lainnya. Sentra industri ini terletak di Desa Ringinagung +- 1,5 arah barat daya kota Magetan.Makanan Khas Magetan
Makanan khas Magetan terdiri dari makanan kecil (camilan) : lempeng beras, lempeng ketan, emping mlinjo, rengginan, rangin dari kelapa dan keripik tempe merupakan kegemaran wisatawan dari dalam dan luar daerah kota Magetan. Kegiatan ini pada umumnya dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga yang sudah profesional terletak di jalan Sawo, Selosari, Magetan.1.3 Tujuan
1.
Memahami
dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan budaya dan masalah – masalah budaya
yang ada dalam masyarakat.
2.
Peka
terhadap masalah-masalah budaya dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha
menanggulanginya.
3.
Menyadari
bahwa setiap masalah budaya yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat
kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya secara kritis dan
interdisipliner.
4.
Memahami
jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dandapat
berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah budaya
yang timbul dalam masyarakat.
BAB
2
PERMASALAHAN
2.1 Strength (Kekuatan)
a.
Memperkokoh hubungan antara pemangku serta masyarakat untuk menghindari
permasalahan budaya .
b. Mendorong kerja sama yang sinergis antar pemangku.
c. Mempertajam pemanfaatan nilai-nilai dan pesan moral.
d. Lebih tersosialisakan budaya Jawa Timur yang beraneka ragam seperti,makanan khas,pakaian adat,serta budaya lainnya .
b. Mendorong kerja sama yang sinergis antar pemangku.
c. Mempertajam pemanfaatan nilai-nilai dan pesan moral.
d. Lebih tersosialisakan budaya Jawa Timur yang beraneka ragam seperti,makanan khas,pakaian adat,serta budaya lainnya .
e.
Mampu menambah solidaritas antar masyarakat melalui budaya .
f. Timbulnya rasa cinta kepada kebudayaan sendiri .
f. Timbulnya rasa cinta kepada kebudayaan sendiri .
2.2 Weakness (Kelemahan)
a. Kurangnya rasa cinta masyarakat
terhadap budaya sendiri .
b.
Lunturnya
nilai luhur pada pemuda sehingga lebih memilih budaya asing .
c.
Belum
memadainya daerah yang bersangkutan dalam mengelola budayanya .
d. Masyarakat muda khususnya menggangap
budaya asing lebih menarik di banding budaya sendiri .
2.3 Opportunity (Peluang)
a. Munculnya rasa cinta terhadap budaya
sendiri sebagai peninggalan nenek moyang .
b. Makin bersinergisnya hubungan antara
masyarakat dengan pemangku budaya untuk menyelesaikan masalah budaya saat ini .
c. Budaya Jawa Timur dapat di kenal
secara Nasional bahkan Internasional .
2.4 Threat (Tantangan)
a. Kurangnya sosialisi pengenalan
budaya terhadap masyarakat luar .
b. Gencarnya promosi budaya asing yang
lebih menarik .
c. Lemahnya SDM mengelola budaya .
d. Kurangnya perhatian pemerintah
daerah maupun pusat untuk memantenkan budaya daerah sebagai identitas daerah
maupun Negara .
BAB
3
PENUTUP
3.1 Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar