Apakah
peran dan tanggung jawab seorang manager atau pimpinan suatu unit kerja
atau pimpinan perusahaan? Pertanyaan ini bila dilontarkan kepada para
manager, maka akan diperoleh jawaban yang sangat bervariasi. Pada
umumnya mereka akan menjawab dengan menyatakan tugas atau beban kerja
yang diberikan kepadanya. Mereka tidak menjawab apa peran dan tanggung
jawab para manager untuk tercapainya sasaran atau tugas yang diberikan
kepadanya.
Manager adalah pemimpin yang memiliki team kerja atau anak buah untuk
membantu mencapai sasaran kerja. Nah, oleh karena itu para manager harus
berperan sebagai layaknya seorang profesional manager agar selain
sasaran kerjanya tercapai, juga akan mampu untuk meningkatkan
produktifitas kerja teamnya.
Jawaban atas pertanyaan diatas, “apa peran dan tanggung jawab manager?”
haruslah serupa antara satu manager dan manager yang lain, walaupun
unit kerjanya berbeda. Peran seorang manager, dapat dijelaskan atas 3
hal utama, ialah:
- 1. Peran atas FungsiManager terhadap Karyawan dan terhadap Tugas, yang berimbang
Manager
diberikan staf dengan jumlah dan kompetensi yang mencukupi guna
menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepada unit kerjanya. Manager
juga diberikan kewenangan atau ‘power’ yang dapat diaplikasikan ke staf
nya, guna mencapai sasaran kerjanya. Setiap manager harus dapat memimpin
stafnya dan mencapai sasaran kerja yang diberikan sesuai waktu yang
ditetapkan. Maka untuk ini manager harus dapat secara berimbang,
memperlakukan stafnya dengan tepat agar tercapai sasaran kerja dan
produktifitas kerja tinggi.
Seorang manager yang hanya mementingkan tugasnya saja, tanpa terlampau
memperhatikan kondisi staf nya, disebut sebagai manager yang semena-mena
atau cenderung otoriter. Contoh, bila staf dituntut untuk melakukan
tugas yang banyak, namun staf tidak diberikan imbalan yang sesuai atau
peralatan yang memadai atau tidak berempati pada permasalahan staf.
Sebaliknya bila seorang manager terlampau mementingkan staf nya tanpa
terlampau memperhatikan tugas kerjanya, maka disebut sebagai manager
yang lemah.Contoh, bila masih banyak tugas yang harus
diselesaikan staf, namun manager memperbolehkan staf yang meminta ijin
untuk keperluan pribadi yang tidak nampak urgent. Akibatnya, target
penyelesaian pekerjaan menjadi mundur. Dari pengamatan pada umumnya,
nampak cukup banyak tipe manager di indonesia yang lemah kepada
karyawan/staf, seperti pada contoh diatas.
Untuk itu, maka manager harus menjalankan perannya secara berimbang
antara tugas dan kepentingan karyawan.Dengan demikian maka seluruh staf
dalam tim dapat mencapai kinerja dan produktifitas maksimal.
- 2. Peran dalam Management dan Leadership
Setiap
manager harus berperan pada aspek Management dan Leadership. Perbedaan
keduanya,dapat diungkapkan; bahwa aspek Management adalah seluruh
kegiatan managerial yang terkait dengan hal seperti: perencanaan,
organisasi, infrstruktur, pendanaan, proses bisnis, dsb. Sedangkan
Leadership adalah aspek yang berhubungan dengan ‘orang’, bisa staf atau
kolega kerja atau atasan, atau stake holder lain. Leadership sering
disebut sebagai ‘Soft Skill’ atau ‘People Skill’, yaitu kemampuan
seseorang dalam berhadapan dengan orang lain.
Contoh kegiatan yang berhubungan dengan aspek management ialah a.l:
menyusun rencana kerja, mengalokasikan anggaran, menempatkan staf,
menentukan prioritas kerja, menyusun kebijakan, memonitor eksekusi, dsb.
Sedangkan contoh kegiatan yang berhubungan dengan aspek Leadership
ialaha a.l: menentukan visi, membangun spirit kerja, mendorong
kreatifitas tim, memotivasi, menginspirasi, mengatasi konflik, dsb.
Setiap manager, apapun bidang pekerjaannya, harus memiliki kedua
kompetensi Management dan Leadership yang memadai.Tanpa kompetensi yang
cukup atas kedua aspek tersebut, maka manager belum layak menduduki
posisi sebagai pemimpin. Namun terdapat perbedaan dalam hal tingkat
kompetensi, misalkan untuk manager sales, tentu saja harus memiliki
kompetensi leadership yang lebih tinggi dari pada manager accounting.
Tugas yang diberikan kepada manager sales menuntut untuk memiliki
leadership yang lebih tinggi.
- 3. Peran dalam Eksekusi Pekerjaan
Peran manager dalam eksekusi pekerjaan adalah dalam bentuk “POLC”, yaitu melakukan Planning, Organizing, Leading dan Controlling.
Setelah memperoleh tugas atau sasaran kerja, manager bersama tim perlu
untuk menyusun rencana kerja dan menentukan strategi kerja dengan cukup
seksama. Rencana kerja harus disusun dan dievaluasi dengan baik serta
disosialisasikan kepada seluruh staf atau rekan kerja terkait diluar
unit kerja. Dengan demikian maka seluruh tim akan dapat bekerja dengan
ritme yang sama dan dapat tercapai sinergi kerja yang kuat. Setelah
Planning, manager perlu melakukan Organizing, yaitu seperti penugasan
pada staf yang sesuai, mengalokasikan biaya yang diperlukan, menyediakan
infrastruktur atau alat operasional yang memadai. Kegiatan Planning dan
Organizing ini dapat dikategorikan sebagai jenis pekerjaan Management.
Dalam proses berikutnya, manager perlu memimpin eksekusi atau
“Leading”. Manager harus melakukan review secara regular, menyelesaikan
berbagai permasalahan yang timbul, mengambil keputusan, menetapkan
berbagai kebijakan atau tata cara kerja, membangun motivasi kerja,
menginspirasi solusi, dan sebagainya. Kegiatan ‘Leading’ adalah
merupakan bentuk kegiatan yang memerlukan kompetensi leadership dari
pemimpinnya.
Selain itu manager harus melakukan ‘Controlling’, yaitu mengontrol
seluruh proses kerja mulai dari Planning, Organizing dan Leading.
Control padatahap Planning ialah dalam bentuk melakukan antisipasi atas
rencana kerja yang dilakukan. Dengan mengantisipasi segala kemungkinan
yang mungkin dapat terjadi dikemudian hari, baik dalam bentuk peluang
ataupun potensi resiko, maka potensi pendapatan dapat meningkat dan
potensi kerugian dapat ditekan sedini mungkin. Demikian pula pada tahap
Organizing dan Leading, harus senantiasa dilakukan Controlling yang
seksama.
Tanggung Jawab Manager
Setiap
manager diberikan tanggung jawab dalam bentuk tugas kerja yang harus
diselesaikan oleh unit kerja yang dipimpinnya. Bentuk tanggung jawab
tersebut harus dijalankan, dengan cara menyelesaikan tugas kerja dengan
efektif dan efisien. Efektif adalah ukuran pekerjaan yang dilakukan
terkait dengan waktu, sedangkan efisien adalah ukuran pekerjaan yang
dilakukan terkait biaya.
Dalam menyelesaikan pekerjaan, manager harus memiliki ‘accountability’
yang kuat. Seluruh pekerjaan yang menjadi beban tanggung jawab manager
selanjutnya dibagikan atau didelegasikan kepada tim kerjanya. Dengan
pembagian tugas tersebut, maka manager telah membagikan ‘accountability’
kepada stafnya, namun tanggung jawab tetap menjadi beban manager. Jadi
tanggung jawab akan tetap melekat pada manager, dan dilaksanakan dalam
bentuk pembagian accountability kepada staf terkait.
sumber : Written By Brata Taruna Hardjosubroto - Managing Partner Xerofi Indonesia on 2013-01-31 14:17:22
Tidak ada komentar:
Posting Komentar